Batman Begins - Help Select

Jumat, 11 Oktober 2019

CERITA MUTAN DENGAN KEMAMPUAN KHUSUS : FIRST CLASS

(Auschwitz, Polandia 1942)

(Nazi menggiring orang Yahudi)

(Mereka mulai memisahkan anak-anak dari orang tua mereka)

(termasuk Eric)

Ibu Eric: (Berteriak dalam Bahasa Jerman)
Eric: Mama! (Menjerit) Mama! (Menjerit) (Menjerit, mendengus) (Mendengus) (Berteriak)
(Saat dia berteriak, suara-suara terdengar dari gerbang, dan mulai bergerak sendiri dan membungkuk ke depan, seolah-olah Eric memanggilnya)
(Seorang prajurit memukul Eric keluar dengan gagang senjatanya, sementara seorang pria mengawasi dari dalam)
Charles: Ibu. Apa yang kamu ... Aku pikir kamu adalah seorang pencuri.
Ibu Charles: Aku tidak bermaksud menakutimu, sayang. Saya baru saja mengambil camilan. Kembali lah tidur.
[Charles diam dan menatap ibunya]
Ibu Charles: Ada apa? Ayo, kembali tidur.
[Charles tetap diam]
Ibu Charles: Ibu akan membuatkan mu cokelat panas.
(Charles melihat foto dia dan ibunya)
Charles : Siapa kamu? Dan apa yang telah kamu lakukan dengan ibuku? (Gema) [menggunakan kekuatannya untuk berbicara dalam pikiran Nyonya Xavier] Ibu ku tidak pernah menginjakkan kaki di dapur seumur hidupnya. Dan dia tentu saja tidak pernah membuatkan ku cokelat panas, kecuali jika dia memerintahkan pelayan untuk melakukannya.
[Tiba-tiba ibu Charles berubah bentuk dan menjadi Raven ]
Raven : kamu tidak takut pada ku?
Charles : Aku selalu percaya bahwa aku bukan satu-satunya di dunia. Satu-satunya orang yang ... berbeda. Dan inilah kamu. Charles Xavier.
Raven: Raven.
Charles : Kamu lapar dan sendirian. Ambil apapun yang kamu mau. Kami punya banyak makanan. Kamu tidak perlu mencuri. Bahkan, Kamu tidak perlu mencuri lagi.
Raven: (Tersenyum)

[Di kamp konsentrasi Nazi di Polandia]

[Shaw berbicara kepada Erik muda dalam bahasa Jerman di kantornya di kamp konsentrasi]

Shaw: Pahami ini, Erik ... Nazi ini, aku tidak seperti mereka. Gen adalah kuncinya, ya? Tetapi tujuan mereka? Mata biru? Rambut pirang? Menyedihkan.
[dia memberinya cokelat]
Shaw: Makan cokelatnya. Ini enak. Ingin beberapa?
Erik Muda: Saya ingin melihat mama saya.
[Shaw berbicara kepada Erik muda dalam bahasa Jerman di kantornya di kamp konsentrasi]
Shaw: Gen adalah kunci yang membuka pintu menuju era baru, Erik. Masa depan baru bagi umat manusia. Evolusi. Kamu tahu apa yang saya bicarakan? Ini hal sederhana yang saya minta dari Anda. [menunjuk pada koin Nazi kecil di atas meja] Koin kecil tidak ada artinya dibandingkan dengan gerbang besar. Apakah itu?
[Erik mencoba memindahkan koin tetapi gagal]

[Erik mencoba memindahkan koin di atas meja dengan kekuatannya tetapi gagal]

Erik : (Menggerutu) (Mendesah, Terengah-engah) Saya mencoba, doctor herr. Saya tidak bisa ... Saya tidak ... Tidak mungkin. (Menghela napas)
Shaw: Satu-satunya hal yang bisa saya katakan untuk Nazi adalah kemarahan mereka tampaknya membuahkan hasil. (Mengklik lidah) Maaf, Erik.
Erik : Mama!
Ibu Erik: Sayangku. Apa kabar? Nein!
[Ibu Erik telah dibawa ke kantor Shaw]
Shaw: [dia memberi isyarat kepada tentara untuk menahannya] Inilah yang akan kita lakukan. Saya akan hitung sampai tiga ...
[Dia membuka laci dan mengeluarkan pistol]
Shaw: ... dan Kamu akan menggerakan koinnya. kamu tidak menggerakan koinnya , aku akan menarik pelatuknya.
[Shaw mengarahkan pistol ke ibu Erik] [ia mengarahkan pistol ke ibunya]
Shaw: Mengerti?
[Erik mencoba untuk memindahkannya lagi tanpa keberhasilan dengan rasa urgensi]
Shaw: Satu.
Erik : [dia memperhatikan ibunya] Mama ...
Ibu Erik: Kamu bisa melakukannya.
Shaw: Dua.
[dia mulai tidak sabar]
[Erik melihat ibunya]
Ibu Erik: Semuanya baik-baik saja.
[Erik berkonsentrasi lebih keras]
Erik : (Mendengus)
Erik's Mom: Alles ist gut. Alles ist gut.(berbahasa jerman)
[Erik terus berusaha untuk memindahkan koin tetapi gagal]
Shaw: Tiga.
[dia menembak dan membunuh ibu Erik; Shaw membuat marah Erik dan menghancurkan lonceng logam kecil]
Shaw: Ya. Hebat.
[Melihat Erik menghancurkan lemari arsip logam]
Shaw: Luar biasa.
[Erik kehilangan kendali dan menghancurkan helm prajurit di kepala mereka sebelum mengirim semua benda logam ke seberang ruangan. Schmidt menghiburnya setelah dia krisis]
[Setelah ibunya terbunuh, Erik yang dilanda kesedihan menunjukkan kekuatannya sepenuhnya]
Shaw: Luar Biasa, Erik. Jadi kami membuka kekuatanmu dengan amarah. Kemarahan dan rasa sakit. kamu dan aku ... kita akan bersenang-senang bersama.
[Dia meninggalkan koin Nazi di tangan Erik dan dia pergi]

[Urutan Judul muncul dan kemudian kita melihat Eric yang dewasa menggerakkan koin yang sama secara magnetis melalui jari-jarinya. dia melihat gambar Shaw dan secara magnetis melemparkan koin ke kepalanya, menandakan dia belum memaafkannya]

[Melihat wanita cantik di bar]

Charles: Heterochromia.
Amy: Setidak nya seorang pria akan membelikan minuman terlebih dahulu.
[Charles beralih ke bartender]
Charles: (Tersenyum) Norman, pint bir pahit untuk saya dan brendi untuk wanita ini, tolong.
Amy: Bagaimana kamu tahu itu?
Charles: Hanya tebakan. Namaku Xavier. Charles Xavier. Apa kabar?
Amy: Amy.
Charles: Heterochromica mengacu pada mata mu, yang harus aku katakan menakjubkan. Satu hijau, satu biru. Ini mutasi. Ini mutasi yang sangat asyik. Saya punya berita untuk mu, Amy. Anda seorang mutan.
Amy: Pertama kamu memuji seorang gadis, dan kemudian Anda memanggilnya cacat. Bagaimana teknik rayuan itu bekerja untuk mu?
Charles: aku akan memberi tahu mu besok pagi.
Bersambung..
Share:

Lahirnya pengendali api

Dahulu kala di sebuah desa lahir lah seorang anak laki laki yang ramalkan oleh seorang peramal Yang bernama Salazar Slytherin yang meramalkan bahwa akan ada bocah lelaki yang mampu mengerakan api dari posisi nya dan menjadikannya sebagai senjata. Semua penduduk desa tidak percaya dengan perkataan peramal itu dikarenakan pada masa itu penduduk tidak percaya dengan ada nya peramal mau pun kekuatan super. Anak itu di beri nama Ember alexander. Ember yang berarti Bara Dari Api. Sedangkan Alexander ((Sejarah ) artinya Bentuk Latin yang berasal dari Yunani Alxandros, dari kata alexein ‘membela’ + aner ‘laki-laki, prajurit’. Saat memasuki usia 6 tahun alexander membakar rumahnya sendiri di karenakan dia benci dengan kecoa. Awal mula kekuatannya muncul saat dia sedang duduk di ruang tamu dan banyak lilin yang menyala, Kemudian dia melihat seekor kecoa berjalan ke sisi berlawanan dengan nya. Dan langsung membakar kecoa beserta isi rumahnya. Yang melibatkan ayah ibu dan kakak nya meninggal dunia pada kebakaran tersebut. Saat itu penduduk desa menganggap alex sebagai monster dan alex di kucilkan oleh penduduk desa. Di usia alex yang ke 17 di situ lah dia mulai mempelajari kekuatan yang ada di dalam dirinya ia bertemu dengan seseorang yang bernama KEN ( kobaran api ).
Alex bertemu dengan ken di satu hutan yang bernama everplan. Saat itu alex malihat kobaran api di suatu pohon, kemudian alex mencoba mengendalikan api tersebut namun api tersebut malah semakin membara dan alex panik lalu berteriak meminta tolong. Tidak lama ken datang menghampirinya dan :
Ken: hey anak muda. ada masalah apa?
Alex: Lihat la.. pohon itu terbakar.
"lalu ken pengendali api senior memadamkan api tersebut dengan kemampuannya"
seteleah api sudah padam alex bingung dan bertanya kepada KEN
Alex: Bagaimana kamu melakukan itu ?. Aku hanya bisa memperbesar apinya. Tapi aku tiddak bisa melakukan hal sepertimu.
Ken: Kamu juga bisa mengendalikan api sobat kecil?
Alex: Benar kak. Tapi aku hanya bisa menghancurkan. Aku takut aku melukai seseorang nantinya
Ken: Itu karena kamu belum menguasai nya teman ku.
Alex: Bagaimana aku bisa menguasainya? Bahkan aku tidak tahu bahwa aku memiliki kekuatan seperti ini
Ken: Itu karena kekuatanmu menguasai mu. Bukan kamiu yang menguasainya.
Lalu ken berjalan pergi dari alex. lalu alex memanggilnya.
Alex; Kak! Bisa kah kamu mengajari ku menguasainya ?
Ken: Aku tahu siapa yang bisa membantu mu.
Lalu ken membawa alex ke tempat gurunya dan Ken memperkenalkan alex ke gurunya.
Ken: magister ignis aku membawa seorang bocah lelaki yang tersesat:
M ignis: Dia bukan tersesat. Namun belum menemukan jalannya.

Ken: Tapi dia belum bisa mengendalikan kekuatannya guru.M ignis: Orang yang belum bisa mengendalikan kekuatannya bukan berarti dia tersesat murid ku.
orang yang tersesat itu adalah orang yang sudah menguasai kemampuannya dan melakukan hal yang buruk bahkan membunuh.
Ken: Lalu bagaimana dengannya ?
M ignis: kita akan melatihnya untuk menguasai kekuatannya.
Setelah itu
magister ignis memanggilnya ke halaman belakang.
m ignis: alex.. Kemari lah.  
Alex : Ada apa master?
M ignis: Hari ini kita akan latihan untuk mengendalikan kekuatanmu. Kamu siap ?

Alex: Aku tidak tahu apakah aku siap atau tidak.
M ignis: Tidak ada manusia yang lahirkan siap alex. Semua perlu tahap tahap untuk menggapai sesuatu.
Alex: Baik Master.
M ignis: Sekarang Aku ingin kamu menyala kan api sebesar besar nya dari tong api itu.
Alex: Tapi bagaimana jika aku kehilangan kendali dan Merusak semuanya ?
M ignis: Untuk mengendalikan Kemampuanmu kamu hanya perlu melepaskan semuanya yang bisa dan jangan di menahan dirimu sendiri. Cobalah
Kemudian alex Mulai mengendalikan api tersebut dan api membara dengan sangat luar biasa besar. 

Lalu alex mulai panik dan api terus membara. Magister ignis hanya melihat api yang membara besar itu dan berkata kepada alex.
M ignis : Tenang lah alex. Coba kendalikan dirimu, Tarik nafas perlahan dan lepaskan perlahan.

Lalu alex mencoba melakukan perintah Magister ignis. Dan tak lama kemudia api mulai stabil dan mulai padam. Setelah api yang di kendali kan alex, Alex merasa senang dan berkata:
Alex: Guru aku bisa melakukannya. Aku bisa mengendalikannya. Terima kasih guru
M ignis: Selamat alex, Akhirnya kamu bisa mengendalikan api itu, Namun perjalanan mu masihpanjang. Kamu baru saja melewati tahap pertama. Masih ada ratusan tahap yang harus kau lewati. Jika kau percaya dan tetap belajar. Maka kau berpotensi menjadi yang lebih kuat dari pada Ken bahkan lebih dari ku.
Bersambungg




Share:

Halaman

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget

Pages

Blog Archive